Menyangrai atau me-roasting kopi adalah mengubah biji mentah kopi atau greenbean menjadi biji sangrai atau roasted bean sehingga siap untuk digiling kemudian diseduh. Proses ini membutuhkan ilmu, seni dan pengalaman seorang roaster.

Biji kopi mentah atau green bean mengandung ribuan zat yang akan terbakar ketika green bean di-roasting dan hanya menyisakan tidak lebih dari 50 zat kemudian biji kopi siap diseduh. Setelah biji kopi selesai di-roasting, biji kopi akan mengeluarkan aroma sedap, berat berkurang 15-20% tergantung profil roasting, warna berubah menjadi coklat dan biji menjadi renyah.

Kopi yang sudah disangrai ata di-roasting tidak bisa bertahan lama seperti green bean atau biji kopi mentah yang bisa bertahan bertahun-tahun. Roasted bean atau biji sangrai paling lama hanya bisa bertahan 6 bulan dan jika kopi sudah digiling hanya bisa bertahan 2-3 bulan saja untuk bisa dinikmati kesegaran aromanya.

Metode Roasting

Ada dua metode yang biasa digunakan dalam me-roasting biji kopi.

Drum Roasting
Biji kopi mentah dimasukan dalam tabung logam dengan kapasitas 500 gram hingga 10 kilogram. Tabung kemudian dipanasi dari bawah menggunakan api yang bersuhu 230 derajat. tabung juga harus diputar agar panas merata sehingga biji kopi memiliki kematangan yang sama. Untuk 1 kilogram kopi rata-rata dibutuhkan waktu 15-20 menit untuk mendapatkan roasted bean dengan tingkat kematangan (roasting profile) yang diinginkan, tipe alat roasting juga menentukan durasi dalam proses sangrai ini. Semakin lama kopi akan semakin matang, semakin banyak pula zat asam yang akan hilang.

Hot Air Roasting
Metode ini biasanya digunakan dalam industri yang bersekala besar karena menggunakann drum tidak dapat memenuhi kebutuhan. Hot Air Roasting menggunakan panas yang sangat tinggi dan waktu yang lebih sing dibanding metode drum roasting, namun roasted bean yang dihasilkan lebih memiliki zat asam.

Jenis jenis biji sangrai atau roasted bean

Light Roast
Jenis / profile roasting ini didapat ketika kopi di-roasting dalam suhu 205 derajat atau selama 10-12 menit kopi akan mengeluarkan suara kretek-kretek atau biasa disebut first crack. Ini adalah reaksi ketika biji melepaskan karbondioksida dan uap air. Dalam tahap ini ukuran biji kopi berkembang dan warna berubah menjadi coklat muda. Biji kopi Light Roasted memiliki tingkat keasaman dan cafein tinggi dibanding profile / jenis roasting lainnya.

Medium Roast
Setelah kita mendapatkan first crack atau suara kretek-kretek pertama, kita tunggu sampai cracking ini berakhir dalam suhu 220 derajat atau menit ke-13 hingga ke-14. Sebelum biji kopi mengalami second crack, biji kopi harus sudah kita angkat. Meroasting biji kopi dengan profile medium roasted diperlukan kehati-hatian dan feeling yang tajam agar tidak biji tidak terlampau matang. Biji yang di-roasting dengan profile medium roasted memiliki karakter rasa, aroma dan keasaman yang seimbang. Warna biji kopi sudah lebih gelap dibading biji yang diroasting dengan profile light roasted. Karena jenis atau profile ini sangat populer di Amerika, banyak orang menyebutnya dengan American Roast

Medium Dark Roast
Disini dibutuhkan kejelian dan kehatian-hatian agar kita mendapatkan profile roasting medium to dark roast, karena jika kita terlambat beberapa detik saja kopi akan menjadi gosong. Proses ini sedikit lebih lama dari proses medium roast. Kita tunggu hingga suhu 230 derajat sehingga kopi mengeluarkan suara kretek-kretek kedua atau disebit second crack dan biji kopi mengeluarkan minyak di permukaannya. Biji kopi dengan jenis atau profile medium dark roast memiliki rasa pahit dan aroma yang lebih kuat.

Dark Roast
Ketika biji kopi mengeluarkan suara kretek-kretek kedua atau biasa disebut second crack, kita tunggu suaran ini berakhir atau dalam suhu 250 derajat kemudian kita angkat. Biji kopi biasanya berwarna coklat kehitam-hitaman bahkan hitam. Biji kopi dengan jenis atau profile dark roast memiliki rasa yang pahit hampir seperti arang, karena kandungang kopi tersebut hampir habis.

Mitos Kopi

Karena biji kopi dengan jenis atau profile dark roast memiliki rasa paling maka banyak yang beranggapan kopi dengan profile dark roast memiliki kafein lebih banyak. Hal ini tidaklah benar, karena semakin matang kita dalam menyangrai atau me-roasting kopi maka semakin banyak pula kafein yang terbakar sehinggga kafein yanv terkandung dalam biji kopi sakin sedikit.

Lapisan minyak yang muncul atau keluar di permukaan biji bukanlah minyak. Itu adalah kelembaban dan karbohidrat yang dilepas ketika proses sangrai atau roasting sehingga membentuk lapisan karamel pada permukaan biji kopi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here