Sejarah Kopi Nusantara

Kopi+di+Indonesia1

Bibit kopi pertama datang ke Indonesia adalah kopi arabika Yaman kiriman dari Gubernur Belanda di Malabar (India) kepada Gubernur Belanda Batavia pada tahun 1696. Setelah penanaman pertama gagal, pada tahun 1711 ekspor pertama dikirim dari Jawa ke Eropa oleh VOC hingga akhirnya memonopoli perdagangan kopi di 1725-1780. Pada pertengahan 1700-an Belanda memperluas penanaman kopi Arabika hingga ke Sumatera, Bali, Sulawesi dan Timor. Di Sulawesi kopi pertama kali ditanam di 1750. Di dataran tinggi kopi Sumatera Utara pertama kali dibudidayakan di dekat Danau Toba pada tahun 1888, diikuti di dataran tinggi Gayo (Aceh) dekat Danau Laut Tawar pada tahun 1924.

Kondisi saat itu sangat tidak menguntukan petani Indonesia. Tanam paksa mengharuskan harga beli dari petani sangat rendah dan petani dipaksa beralih dari padi ke tanaman kopi. Pada tahun 1860, seorang pejabat Belanda Eduard Douwes Dekker, menulis buku berjudul “Max Havelaar and the Coffee Auctions Dutch Trading Company” yang berisi tentang peninasan petani di desa oleh Belanda.

Pada akhir abad ke-18, Belanda mendirikan perkebunan kopi besar di Ijen Plateau dan pada tahun 1920 petani di seluruh Indonesia mulai menanam kopi sebagai tanaman perdagangan. Namun, bencana melanda pada tahun 1876. Penyakit karat kopi menyerang tanaman Kopi di Indonesia. Akhirnya Kopi Robusta diperkenalkan seabagai pengganti terutama di dataran rendah.

Setelah kemerdekaan, perkebunan di Jawa dinasionalisasikan dan dengan kopi arabika sebagai komoditi utamanya. Hari ini Indonesia merupakan produsen terbesar keempat kopi di dunia. Dan telah memainkan peran penting dalam pertumbuhan negara. Indonesia terletak pada geografi yang ideal untuk perkebunan kopi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *